Minggu, 22 September 2013

PERKEMBANGAN PENULISAN SEJARAH DI INDONESIA (HISTORIOGRAFI)
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LatarBelakang

Awalperkembanganpenulisansejarah di Indonesia dimulaidenganadanyapenulisansejarahdalambentuknaskah.Beberapasebutanuntuknaskah-naskahyaitubabad, hikayat, kronik, tambo, dan lain-lain.
Tujuan penulisan sejarah agar dengan memahami sejarah yang penuh penindasan dan keterbelakangan,bangsa indonesia untuk bahu membahu mengisi kemedekaan yang telah di raih dengan ribuan nyawa para pejuang dan pengalaman buruk yang di alami oleh bangsa Indonesia di masa lampau tidak terulang lagi di kemudian hari.
Perkembanganpenulisansejarah di Indonesia  dibagimenjadi 3yaitu, historiografitradisional, historiografikolonial, historiografi modern.

1.2 RumusanMasalah
            Berdasarkanlatarbelakangdiatas, rumusanmasalahnyameliputi :
a.       HistoriografiTradisional
b.      HistoriografiKolonial
c.       HistoriografiModern




1
1.3TujuanPenulisan
Berdasarka latar belakang yang menjadi alasan penulis membuat makalah ini, penulis membuat makalah ini dengan tujuan untuk :
a.       PenulismenyusunmakalahinibertujuanuntukmemberitahupembacatentangPerkembanganPenulisanSejarah di Indonesia.
b.      Penulismenyusunmakalahinibertujuanuntuk melengkapi tugas mata pelajaran Sejarah.

1.4 Manfaat

Manfaat dari pembuatan makalah ini :

·         Pembaca dapat mengetahui Perkembangan Penulisan Sejarah di Indonesia.
·         Pembaca dapat menggunakannya untuk belajar tentang Sejarah.










2
BAB II
PEMBAHASAN

A.    HISTORIOGRAFI TRADISIONAL
2.1 HistoriografiTradisional
Merupakan ekspresi cultural dari usaha untuk merekam sejarah.Penulisannya bersifat istana sentris,yaitu berpusat pada keinginan dan kepentingan raja.Penulisan dalam prasasti ini lebih banyak menggunakan batu besar yaitu prasasti.
2.2 TujuanPenulisanHistoriografiTradisional
            Tujuan dari penulisan tersebut adalah agar generasi penerus dapat mengetahui bahwa ada suatu peristiwa penting yang terjadi dalam suatu kerajaan pada saat seorang raja memerintah. Contoh nya:Prasasti dan kerajaan mataram  hidhu menyatakan bahwa raja sanjaya yang bergelar rakai mataram sang ratu sanjaya berhasil mendirikan sebuah kerajaan yang bernama bumi mataram.
            Dalam historiografi tradisional ada unsure-unsur yang tidak bisa lepas yaitu sebagai karya imajinatif dan sebagai karya mitologi. Historiografi pada masa klasik diwarnai oleh actor-aktor sentries. Menurut para sejarawan penulisan sejarah ( tidak dalam bentuk prasasti ) di Indonesia dimulai oleh Mpu Prapanca yang mengarang kitab NegaraKertagama. Hasil karya historiografi tradisional antara lain : Cerita Parahyangan, Sajarah Melayu, dan Babad.
2.3  Bentuk-BentukHistoriografiTradisional
a.       Mitos
b.      Genealogis
c.       Kronik
d.      Annals
e.       Logis
f.       Supranatural

3
2.4  Ciri-CiriHistoriografiTradisional
a.       Oral Tradition :historiografi jennies ini di sampaikansecaralisan.
b.      Anakronistik : penggunaan kosa kata
penggunaan kata nama dll.
c.       Etnosentris : Penulisan selalu bersifat kedaerahan, Hanya terpaut pada suku bangsa tertentu. Dan sangat berpusat pada kedaerahan.

B.     HISTORIOGRAFI KOLONIAL
3.1 PengertianHistoriografiKolonial
Historiografi colonial sering di sebut sebagai Eropa Sentris.Pada masa kolonial penulisan sejarah bertujuan untuk memperkokoh kekuasaannya di Indonesia.
Sumber-sumber  historiografi kolonial berasal dari dokumen-dokumen VOC, Geewoon Archief dan Gehem Achief, Wilde Vaart; catatan pelayaran orang orang belanda di perairan, Koloniale Verslagen laporan tahunan pemerintah belanda.
Penggunaan faham seperti ini dan sumber-sumber seperti ini mempersempit pandangan internasional terhadap Indonesia
. Secara umum tulisan ini merupakan ekspresi dan semangat  nasionalistis yang berkobar.Periode ini disebut sebagai periode post Revolusi atau Historiografi pada masa Pasaca Proklamasi. Tokoh tokoh nasional menjadi symbol kenasionalan dan memberi identitas bagi bangsa Indonesia, Jenis sejarah ini perlu di hargai sebagai fungsi sosiopolitik, yaitu membangkitkan semangat nasional.
Penulisan sejarah pada  pasca kemerdekaan didominasi oleh penulisan mengenai peristiwa-peristiwa yang masih hangat waktu itu, yaitu mengenai perjuangan bangsa Indonesia dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan. Pada masa ini penulisan sejarah meliputi beberapa peristiwa penting, misalnya proklamasi kemerdekaan Indonesia dan pembentukan pemerintahan Republik Indonesia. Kejadian-kejadian sekitar proklamasi.



4
C.    HISTORIOGRAFI MODERN
4.1 PengertianHistoriografi Modern
Historiografi Indonesia Modern dapatdiartikansebagaipenulisansejarah Indonesia yang lebih modern daripadahistoriografi Indonesia yang terdahuluyaituhistoriografitradisional.
Historiografimasa colonial ataumasareformasi.Tumbuhnya historiografi Indonesia modern merupakansuatutuntutanakanketepatanteknikdalamusahauntukmendapatkanfaktasejarahsecermatmungkindanmengadakanrekonstruksisebaikmungkinsertamenerangkannyasetepatmungkin. Historiografi modern yang tumbuhdariEropabarudikembangkan di Indonesia dan Asia Tenggara padaparuhke-duaabad ke-19.PerluasankekuasaanbangsaEropa yang tidakmerata di seluruhwilayahdansumberbahan yang sedikittidakmemungkinkanadanyaperkembangan historiografi modern, makatulisan yang dihasilkan orang–orang Eropapadaabadke 16 sampaike 19 tidakmempengaruhipenulisan orang–orang Asia khususnya Indonesia.
Historiografi Indonesia Modern dimulaipadatanggal 14-18 Desember 1957, ketikaitukementrianpendidikanmengadakan Seminar NasionalSejarah yang pertama di Yogyakarta untukmerancangsejarahnasional yang resmi. Pembangunan nasionaladalahsalahsatutemautamapadatahun 1950-andanpenulisansejarahnasionaladalahbagian yang tidakterpisahkandari proses ini. Seminar itumembicarakantentangusahapenulisansejarahnasional yang berpandangan Indonesia sentris.Sejarahnasionaldiharapkanmenjadialatpemersatudenganmemberikanpenjelasantentangkeberadaaanbangsa Indonesia melaluijejaksejarahnya.Peristiwa-peristiwa yang terjadi di Indonesia ditulisoleh orang Indonesia sendiri, dengandemikiantentuobjektivitasnyadapatdipertanggungjawabkankarena yang menulissejarahadalah orang yang beradapadasaatperistiwatersebutterjadiatausetidaknyaadalah orang Indonesia asli.
Contoh material yang digunakan untuk menulis pada masa sejarah :
a.       Kertas
b.      Prasasti
c.       Kayu
d.      DaunLontar
e.       DaunNifah
f.       Logam
5
g.      Kain
h.      Perunggu
i.        Bambu


                                                                                BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
Awalperkembanganpenulisansejarah di Indonesia dimulaidenganadanyapenulisansejarahdalambentuknaskah.Beberapasebutanuntuknaskah-naskahyaitubabad, hikayat, kronik, tambo, dan lain-lain.
Perkembanganpenulisansejarah di Indonesia  dibagimenjadi 3 yaitu, historiografitradisional, historiografikolonial, historiografi modern.
B.     SARAN
Sebaiknyaanakmudagenerasisekarangbaikuntukmempelajarisejarahkarenamempelajarisejarahbanyakmanfaatnya, salahsatunyamemperbaikidiri di masadepan. Historiografiinipatutuntuk di ketahui ole hank mudagenerasisekarang.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar