MAKALAH HIV DAN AIDS
KATA
PENGANTAR
Puji syukur
penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat-Nya makalah
dengan tema HIV/AIDS ini dapat terselesaikan.
Penulisan makalah dengan tema HIV/AIDS ini memiliki tujuan untuk memberikan
informasi serta menambah wawasan pembaca mengenai HIV/AIDS, baik itu cara
penularan maupun cara penanggulangan HIV/AIDS, dan sebagainya, mengingat
remaja-remaja masa kini banyak yang melakukan seks bebas.
Dalam menyelesaikan makalah ini, penulis banyak menemui kesalahan dan kesulitan
karena kurangnya wawasan dan ilmu pegetahuan, namun berkat bimbingan dan
bantuan dari berbagai pihak, akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.
Penulis menyadari makalah dengan tema HIV/AIDS ini masih banyak kekurangan dan
perlu disempurnakan lagi, oleh karena itu kritik dan saran dari pembaca yang
bersifat membangun sangat penulis harapkan. Dan semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi kita semua.
Bandar lampung, Juli 2013
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR
BELAKANG
Kami mengangkat
masalah AIDS dalam Makalahini kami ingin mengetahui lebih jauh tentang segala
sesuatu yang berhubungan dengan masalah AIDS tersebut. Seperti yang kita
ketahui bersama, AIDS adalah suatu penyakit yang belum ada obatnya dan belum
ada vaksin yang bisa mencegah serangan virus HIV, sehingga penyakit ini
merupakan salah satu penyakit yang sangat berbahaya bagi kehidupan manusia baik
sekarang maupun waktu yang datang.
Selain itu
AIDS juga dapat menimbulkan penderitaan, baik dari segi fisik maupun dari segi
mental. Mungkin kita sering mendapat informasi melalui media cetak, elektronik,
ataupun seminar-seminar, tentang betapa menderitanya seseorang yang mengidap
penyakit AIDS. Dari segi fisik, penderitaan itu mungkin, tidak terlihat secara
langsung karena gejalanya baru dapat kita lihat setelah beberapa bulan. Tapi
dari segi mental, orang yang mengetahui dirinya mengidap penyakit AIDS akan
merasakan penderitaan batin yang berkepanjangan. Semua itu menunjukkan bahwa
masalah AIDS adalah suatu masalah besar dari kehidupan kita semua.
Dengan
pertimbangan-pertimbangan dan alasan itulah kami sebagai pelajar, sebagai
bagian dari anggota masyarakat dan sebagai generasi penerus bangsa, merasa
perlu memperhatikan hal tersebut. Oleh karena itu kami membahasnya dalam
makalah ini.
1.2. TUJUAN
Adapun tujuan kami mengangkat masalah AIDS dalam
Makalah ini adalah untuk mengkaji dan mengetahui apa sebenarnya AIDS itu, mengapa
AIDS perlu mendapat perhatian khusus, serta bagaimana gejala-gejalanya. Selain
itu kami Juga ingin mengetahui bagaimana penularan AIDS, siapa saja yang
kemungkinan besar bisa tertular AIDS, bagaimana keadaan AIDS di Indonesia,
serta segala sesuatu yang berhubungan dengan AIDS.
1.3. MANFAAT
Adapun manfaat yang ingin kami capai adalah untuk
memberikan informasi kepada para pembaca, utamanya bagi sesama pelajar dan
generasi muda tentang AIDS,sehingga dengan demikian kita semua berusaha untuk
menghindarkan diri dari segala sesuatu yang bisa saja menyebabkan penyakit
AIDS. Meskipun informasi yang kami berikan melalui makalah ini hanya sebagian
kecil dan mungkin masih mempunyai kekurangan, tetapi setidaknya isi dari
Makalah ini dapat dijadikan sebagai petunjuk untuk mengetahui tentang AIDS itu
sendiri.
BAB II
ISI
2.1. Sejarah
HIV/AIDS
AIDS bermula dari
daratan Afrika. Sejarah HIV/AIDS ini bermula dari kebiasaan masyarakat setempat
mengosumsi daging kera. Darah kera yang mengandung virus HIV itu lalu masuk ke
tubuh manusia, dan kemungkinan mereka menyantap daging kera teresebut karena
budaya mereka. Virus ini menyebar di benua Afrika jauh sebelum penelitian AIDS
dilakukan. Namun kematian yang dilaporkan bukan karena HIV/AIDS saja, melainkan
penyakit seperti TBC dan sesak napas lainnya, dan kemungkinan penyakit ini juga
termasuk gejala-gejala awal HIV/AIDS (namun ada juga yang tidak).
Sejarah HIV/AIDS
lainnya bermula pada tahun 1983 dari keberhasilan penelitian oleh Jean Claude
Cherman dan rekannya Francoise Barre Sinoussi dari Perancis, yang berhasil
membuktikan bahwa virus HIV adalah penyebab penyakit AIDS. Nama AIDS (Acquired
Immuno Deficiency Syndrome) sendiri diberi nama oleh Centre for Disease Control
and Prevention (CDC), di Atlanta, AS. Sebelumnya Jean Claude Cherman
menyebutnya HTLV-III atau LAV.
2.2.
PENGERTIAN HIV DAN AIDS
HIV (Human
Immuno–Devesiensi) adalah virus yang hanya hidup dalam tubuh manusia, yang
dapat merusak daya kekebalan tubuh manusia. AIDS (Acguired Immuno–Deviensi
Syndromer) adalah kumpulan gejala menurunnya gejala kekebalan tubuh
terhadap serangan penyakit dari luar.
2
2.3. BAHAYA
AIDS
Oarang yang
telah mengidap virus AIDS akan menjadi pembawa dan penular AIDS selama
hidupnya, walaupun tidak merasa sakit dan tampak sehat. AIDS juga dikatakan
penyakit yang berbahaya karena sampai saat ini belum ada obat atau vaksin yang
bisa mencegah virus AIDS. Selain itu orang terinfeksi virus AIDS akan merasakan
tekanan mental dan penderitaan batin karena sebagian besar orang di sekitarnya
akan mengucilkan atau menjauhinya. Dan penderitaan itu akan bertambah lagi
akibat tingginya biaya pengobatan. Bahaya AIDS yang lain adalah menurunnya
sistim kekebalan tubuh. Sehingga serangan penyakit yang biasanya tidak
berbahaya pun akan menyebabkan sakit atau bahkan meninggal.
2.4. GEJALA-GEJALA
AIDS
Sejak
pertama seseorang terinfeksi virus HIV, maka virus tersebut akan hidup dalam
tubuhnya, tetapi orang tersebut tidak menunjukkan gejala penyakit namun
terlihat betapa sehat, aktif, produktif seperti biasa. Karena gejala-gejala
AIDS tampak setelah+ 3 bulan. Adapun
gejala-gejala AIDS itu sendiri adalah :
§ Berat badan
turun dengan drastis.
§ Demam yang
berkepanjangan(lebih dari 38 0C)
§ Pembesaran
kelenjar (dileher), diketiak, dan lipatan paha)yang timbul tanpa sebab.
§ Mencret atau
diare yang berkepanjangan.
§ Timbulnya
bercak-bercak merah kebiruan pada kulit (Kanker kulit atau KAPOSI SARKOM).
§ Sesak nafas
dan batuk yang berkepanjangan.
§ Sariawan
yang tidak sembuh-sembuh.
Semua itu
adalah gejala-gejala yang dapat kita lihat pada penderita AIDS, yang
lama-kelamaan akan berakhir dengan kematian.
PENULARAN
AIDS
Sebelumnya
virus AIDS tidak mudah menular virus influensa. Kita tidak usak terlalu
mengucilkan atau menjauhi penderita AIDS, karena AIDS tidak akan menular dengan
cara – cara seperti di bawah ini :
§ Hidup
serumah dengan penderita AIDS ( asal tidak mengadakan hubungan seksual ).
§ Bersenggolan
atau berjabat tangan dengan penderita.
§ Bersentuhan
dengan pakaian dan lain-lain barang bekas penderita AIDS.
§ Makan dan
minum.
§ Gigitan nyamuk
dan serangga lain.
§ Sama-sama
berenang di kolam renang
Hal-hal
diatas bukan penyebab menularnya AIDS dapat terjadi melalui cara-cara sbb :
§ melakukan
hubungan seksual dengan seseorang yang mengidap HIV
§ Transfusi
darah yang mengandung virus HIV
§ Melalui alat
suntik, akupuntur, tato, dan alat tindik yang sudah di pakai orang yang
mengidap virus AIDS
§ Hubungan
pranatal, yaitu pemindahan virus dari ibu hamil yang mengidap virus AIDS kepada
janin yang dikandungnya.
KELOMPOK
YANG MEMPUNYAI RESIKO TINGGI TERTULAR AIDS
§ Mereka yang
sering melakukanhubungan seksual diluar nikah, seperti wanita dan pria tuna
susila dan pelanggannya.
§ Mereka yang
mempunyai bayak pasangan seksual misalnya : Homo seks ( melakukan hubungan
dengan sesama laki-laki ), Biseks ( melakukan hubungan seksual dengan sesama
wanita ), Waria dan mucikari.
§ Penerima
transfusi darah
§ Bayi yang
dilahirkan dari Ibu yang mengidap virus AIDS.
§ Pecandu
narkotika suntikan.
§ Pasangan
dari pengidap AIDS
CARA
PENCEGAHAN AIDS
§ Hindarkan
hubungan seksual diluar nikah. Usahakan hanya berhubungan dengan satu orang
pasangan seksual, tidak berhubungan dengan orang lain.
§ Pergunakan
kondom bagi resiko tinggi apabila melakukan hubungan seksual.
§ Ibu yang
darahnya telah diperiksa dan ternyata mengandung virus, hendaknya jangan hamil.
Karena akan memindahkan virus AIDS pada janinnya.
§ Kelompok
resiko tinggi di anjurkan untuk menjadi donor darah.
§ Penggunaan
jarum suntik dan alat lainnya ( akupuntur, tato, tindik ) harus dijamin
sterilisasinya.
Adapun
usaha-usaha yang dapat dilakukan pemerintah dalam usaha untuk mencegah
penularan AIDS yaitu, misalnya : memberikan penyuluhan-penyuluhan atau
informasi kepada seluruh masyarakat tentang segala sesuatau yang berkaitan
dengan AIDS, yaitu melalui seminar-seminar terbuka, melalui penyebaran brosur
atau poster-poster yang berhubungan dengan AIDS, ataupun melalui iklan
diberbagai media massa baik media cetak maupun media elektronik.penyuluhan atau
informasi tersebut dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan, kepada
semua lapisan masyarakat, agar seluarh masyarakat dapat mengetahui bahaya AIDS,
sehingga berusaha menghindarkan diri dari segala sesuatu yang bisa menimbulkan
virus AIDS.
USAHA-USAHA
YANG DILAKUKAN APABILA TERINFEKSI VIRUS AIDS
Usaha-usaha
yang dilakukan terinfeksi virus AIDS disebut juga penerapan strategi pengobatan
baru. Dalam pengobatan HIV / AIDS sangat penting mengetahui dinamika HIV, serta
perjalanan penyakit ( patogenesis ) sehingga dapat melakukan tindakan dan
pengobatan tepat waktu.
Beberapa
harapan dan kabar baik dapat dicatat dari pertemuan-pertemuan “Van Couver” di
Kanada saat ini cukup banyak obat anti HIV yang efektif untuk pengobatan
kombinasi. Beberapa obat penghambat protease dan obat anti HIV sedang dalam
tahap akhir untuk mendapat izin. Selain itu muncul pula pemeriksaan “Viral
loard” yang prosesnya lebih mudah dalam mendeteksi RNA dari HIV dalam darah.
Dan semua usaha diatas seharusnya di tunjang oleh motivasi dari penderita AIDS
itu sendiri. Misalnya bagi mereka yang termasuk kelompok resiko tinggi terkena
AIDS selalu memeriksakan darahnya secara teratur, paling sedikit 3-6 bulan
sekali, demi keselamatan pasangan seksualnya. Dan yang tidak kalah penting
adalah mendekatkan diri kepada Tuhan YME. Yaitu dengan melaksanakan
ibadah-ibadah yang diperintahkan dan berusaha untuk menjauhi segala yang
dilarangNya, agar penderitaan yang dirasakan tidak terlalu berat. Dan bagi
masyarakat hendaknya jangan menjauhi mengucilkan mereka yang terinfeksi AIDS,
tetapi seharusnya memberi dorongan atau semangat hidup, misalnya melalui
nasehat-nasehat yang bisamenumbuhkan rasa percaya diri, sehingga mereka yang
telah mengidap virus AIDS tidak putus asa dalam menjalani hidupnya.
Dengan
adanya usaha-usaha diatas, niscaya masalah AIDS dapat diatasi, paling tidak
dapat dicegah sedini mungkin, apalagi jika ada partisipasi dari semua pihak.
MISTERI
PENDEMI HIV/AIDS DIDUNIA
WHO ( World
Healty Organisation)
WHO
melaporkan bahwa sejak pertengahan 1995, jumlah komulatif penderita AIDS
sebanyak 20 juta. 18,5 juta orang dewasa dengan separuhnya adalah kaum wanita,
dan 1,5 juta adalah anak-anak. 50% dari penderita AIDS adalah kaum remaja /kaum
muda dalam kelompok berusia 15-24 tahun.
Sejak 1
Januari 1996 WHA melaporkan jumlah penderita AIDS sebanyak 41 juta HIV/AIDS
didunia. Dengan 35,4 juta remaja dan dewasa, 15,5 jutawanita, dan 5,6 juta
anak-anak. Sedangkan untuk tahun 2000 ini WHO memperkirakan jumlah HIV akan
mencapai 30-40 juta dan jumlah AIDS 12-18 juta.
PENDEMI
HIV/AIDS REGONAL ASIA TENGGARA
Pendemi
HIV/AIDS regonal asia tenggara pada tahun 1994 secara komulatif ditemukan 3745
AIDS, sedangkan sudah diperkirakan lebih dari 2 jura dari 11 negara termasuk
Indonesia, dan jumlah tersebut akan menjadi 3,5 juta ditahun 1995.
SITUASI AIDS
DI INDONESIA
Penyakit
AIDS banyak ditemukan diluar negeri, tetapi karena hubungan dengan bangsa
menjadi semakin erat, maka penularannya harus tetap diwaspadai. Banyak orang
asing datang ke indonesia dan banyak pula orang indonesia pergi keluar negeri
untuk berbagai keperluan. Hal itu membuka kemungkinan terjadinya penularan
AIDS.
Jumlah
HIV/AIDS di Indonesia sampai akhir 1996, terdapat 449 kasus dengan 341 HIV dan
108 AIDS, terdapat di 16 propensi di Indonesia. Wanita yang terkena sebanyak
122 orang, WNI sebanyak 304 orang, Heteroseksual 276 orang, homoseks dan biseks
84 orang, drag user 4 orang, perinatal 1 dan 80 tidak diketahui cara
tranmisinya. Menurut golongan umur, diindonesia ternyata yang paling banyak
terserang AIDS adalah usia 20-29 tahun yaitu 120 orang, bayi yang berumur
kurang dario 1 tahun dan 50 orang belum diketahui umurnya.
Dari 108
AIDS yang terbesar di 10 propinsi dan yang meninggal 66 orang, DKI Jakarta
terbanyak dengan 57 AIDS dan 35 sudah meninggal.
BAB III PENUTUP
KESIMPULAN
Tuhan YME.
Mempunyai kekuasaan dalam mengatur segala sesuatu yang ada dimuka bumi ini,
Dialah yang menciptakan alam semesta dengan segala isinya. Begitupun dengan
segala peristiwa yang terjadi dimuka bumi ini misalnya : kebahagiaan, kesedihan
bencana alam, kelahiran, kematian, dan sebaginya. Muncullah virus HIV/AIDS
merupakan salah satu peristiwa besar dalam sejarah kehidupan manusia.
HIV adalah
suatu virus yang hidup dalam tubuh manusia, dan dan dapat menyebabkan timbulnya
AIDS, yang merusak sistem kekebalan tubuh manusia, sehingga tubuh mudah
terserang penyakit dan lam kelamaan akan meninggal, sudah menjadi sifat manusia
yang selalu ingin merasakan kenikmanatan tanpa mempedulikan akibatnya, misalnya
: melakukan perzinahan, penggunaan narkotika suntikan, dan sebagainya. Kits
umat manusia sudah mengetahui bahwa perbuatan-perbuatan tersebut sangat
dilarang,baik menurut ajaran agama masing-masing maupun aturan hukum yang
berlaku. Tetapi dari sebagian kita tetap saja melakukan hal-hal tersebut,
misalnya : WTS, Homoseks,Biseks, Mucikari, dan orang-orang yang sering
berganti-ganti pasangan dan melakukan hubungan seksual diluar nikah. Dan
berbahaya, dan sampai saat ini belum ditemukan obatnya.
Adapun
gejala-gejala yang dapat kita lihatpada penderita AIDS yaitu demam yang
berkepanjangan di sertai keringat malam, batuk dan sariwan yang terus
menerus,berat badan turun dengan drastis, dsb, yang akan di akhiri dengan
kematian.
Oleh karena
itu, kita harus menghindarkan diri dari hal-hal yang dapat menyebabkan AIDS,
yaitu melalui pencegahan misalnya :tidak melakukan hubungan seksual secara
bebas, menghidarkan penggunaan narkotika suntikan, dan sebagainya.
AIDS
merupakan cobaan atau bahkan hukuman daru Tuhan,yang tidak pernah di duga oleh
umat manusia.
Tapi
bagaimanapun beratnya cobaan yang diberikan, Tuhan YME. Akan selalu membukakan
jalan bagi umatnya. Misalnya : sekarang dicanada telah ada obat anti HIV yang
efektif untuk pengobatan kombinasi. Masalah AIDS ini tidak tentu akan menyebar
luas, apabila dilakukan pencegahan secara dini, apalagi jika ada partisipasi
dari semua pihak.
SARAN
§ Hendaknya
kita selalu mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berusaha
menghindarkan diri dari hal-hal yang bisa menyebabkan AIDS.
§ Jangan
melakukan hubungan seksual diluar nikah (berzinah), dan jangan berganti-ganti pasangan
seksual.
§ Apabila
berobat dengan menggunakan alat suntik, maka pastikan dulu apakah alat
suntik itu steril atau tidak.
§ Apabila
melakukan tranfusi darah, terlebih dahulu perikasakan apakah tranfusi
darah itu bebas dari virus HIV.
§ Bagi para generasi
muda, jauhilah obat-obatan terlarang terutama narkotika melalui alat suntik,
alat-alat tato, anting tindik, dan semacamnya yang bisa saja menularkan AIDS,
karena alat-alat aeperti itu tidak ada gunanya.dan hindarkan diri dari
pergaulan bebas yang bersifat negatif.
§ Apabila ada
seminar-seminar, penyuluhan-penyuluhan, iklan ataupun brosur-brosur, yang
mengimpormasikan tentang AIDS, sebaiknya kita memperhatikan denganbaik, agar
segala sesuatu tentang AIDS dapat diketahui, sehingga kita bisa menghindarkan
diri sejak dini dari AIDS.
§
Orang yang mengetahui dirinya telah terinfeksi virus
AIDS hendaknya menggunakan kondom apabila melakukan hubungan seksual, agar
virus AIDS tidak menular pada pasangan seksualnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar