Daftar SMA(pengalaman yang sangat menyedihkan)
Inilah keinginan ku yang ingin sekolah di luar kota dari SMP namun semua itu tersampai ketika SMA.
Setelah lulus SMP aku ignin mendaftar sekolah di luar kota, aku bosen dengan suasana di desa yang fasilitasnya kurang lengkap yaitu di Way Kanan. Ketika itu aku di antar ayah ku bersama paman untuk mendaftar di di Alkautsar Bandar Lampung,berbagai tantangan yang harus kami lewati dari segi kesehatan waktu itu aku sedang sakit jadi aku tidak bisa berkosentrasi saat mengikuti tes, aku 3 malam di Bandar Lampung tempat teman ku.
Dengan begitu setianya ayahku menuggu aku di Bandar Lampung dengan keadaan ku yang terbaring lemas, aku pun akhirnya pulang ke Waykanan.
Seminggu kemudian pengumuman tiba, dari pagi aku sangat gelisah akan pengumuman itu. Kemudian jam 4 sore itu teman ku kasih kabar bahwa aku tak lulus, awalnya aku biasa aja namun akhirnya kekecewaan timbul pada diriku. Kemudian aku mencoba daftar MAN 1 Bandar Lampung, selama 1 minggu aku di kos kan oleh orang tuaku untuk mengikuti tes bersama 1 orang temanku. namun di kosan itu aku tidak betah setiap harinya aku menangis mengingat orang tua di rumah(maklum baru pertama kali ditinggal orangtua).
Setelah mengikuti tes aku pun ingin pulang ke WayKanan, dengan begitun kasian orangtuaku dengan kesedihan ku di Kosan sorenya jam 15.00 ayah ku lagsung jemput aku di Bandar Lampung, dengan kecepatan tinggi sampai di Bandar Lampung jam 20.30. Kami sudah mengemasi barang-barang dan kami ingin langsug pulang padahal ayah ku masih sangat lelah,akupun merasa kaihan dengan nya.
3 hari kemudian pengumuman, tetapi nama ku tiak tercantum lagi di sana. Hatiku sedih banget,kecewa, kesal. Namun orangtua ku tetap mendukungku untuk sekolah di luar kota. Mau daftar SMA N sudah terlambat. Aku bimgung harus daftar SMA mana lagi semuanya sudah tutup sementara masuk sekolah tinggal 1 minggu lagi dan aku belum mendapatkan sekolah.
Kemudian selasa orang tuaku bertemu dengan temannya dan mengatakan bahwa masih ada SMA favorit yang masih buka yaitu SMA YP Unila. Ayahku pun langsung bertindak. Malam itulah aku dan keluargaku mengantarkan ku ke Bandar Lampung. Namun ada hal yang sangat menyedihkan, mengharukan bahkan aku tak bisa melupakan nya yaitu perjuangan ayah dan ibuku. Ketika itu hari hujan aku bersama ayahku masih d jalan dan baru berangkat, hujan sangat deras dan membuat jalan sangat licin dan becek( jalan masih tanah).
Inilah keinginan ku yang ingin sekolah di luar kota dari SMP namun semua itu tersampai ketika SMA.
Setelah lulus SMP aku ignin mendaftar sekolah di luar kota, aku bosen dengan suasana di desa yang fasilitasnya kurang lengkap yaitu di Way Kanan. Ketika itu aku di antar ayah ku bersama paman untuk mendaftar di di Alkautsar Bandar Lampung,berbagai tantangan yang harus kami lewati dari segi kesehatan waktu itu aku sedang sakit jadi aku tidak bisa berkosentrasi saat mengikuti tes, aku 3 malam di Bandar Lampung tempat teman ku.
Dengan begitu setianya ayahku menuggu aku di Bandar Lampung dengan keadaan ku yang terbaring lemas, aku pun akhirnya pulang ke Waykanan.
Seminggu kemudian pengumuman tiba, dari pagi aku sangat gelisah akan pengumuman itu. Kemudian jam 4 sore itu teman ku kasih kabar bahwa aku tak lulus, awalnya aku biasa aja namun akhirnya kekecewaan timbul pada diriku. Kemudian aku mencoba daftar MAN 1 Bandar Lampung, selama 1 minggu aku di kos kan oleh orang tuaku untuk mengikuti tes bersama 1 orang temanku. namun di kosan itu aku tidak betah setiap harinya aku menangis mengingat orang tua di rumah(maklum baru pertama kali ditinggal orangtua).
Setelah mengikuti tes aku pun ingin pulang ke WayKanan, dengan begitun kasian orangtuaku dengan kesedihan ku di Kosan sorenya jam 15.00 ayah ku lagsung jemput aku di Bandar Lampung, dengan kecepatan tinggi sampai di Bandar Lampung jam 20.30. Kami sudah mengemasi barang-barang dan kami ingin langsug pulang padahal ayah ku masih sangat lelah,akupun merasa kaihan dengan nya.
3 hari kemudian pengumuman, tetapi nama ku tiak tercantum lagi di sana. Hatiku sedih banget,kecewa, kesal. Namun orangtua ku tetap mendukungku untuk sekolah di luar kota. Mau daftar SMA N sudah terlambat. Aku bimgung harus daftar SMA mana lagi semuanya sudah tutup sementara masuk sekolah tinggal 1 minggu lagi dan aku belum mendapatkan sekolah.
Kemudian selasa orang tuaku bertemu dengan temannya dan mengatakan bahwa masih ada SMA favorit yang masih buka yaitu SMA YP Unila. Ayahku pun langsung bertindak. Malam itulah aku dan keluargaku mengantarkan ku ke Bandar Lampung. Namun ada hal yang sangat menyedihkan, mengharukan bahkan aku tak bisa melupakan nya yaitu perjuangan ayah dan ibuku. Ketika itu hari hujan aku bersama ayahku masih d jalan dan baru berangkat, hujan sangat deras dan membuat jalan sangat licin dan becek( jalan masih tanah).

Kami sekeluarga membawa mobil Inova jam 8 malam. Dengan jalan yang begitu susah mobil ayah mogok dan gak bisa jalan sampai-sampai ayah ku mendorong mobil dengan hujan-hujanan, aku sedih melihat ayahku, dan mamaku pun membantu nya, mendorong mobil pun membutuhkan waktu yang lama karena sulit. Setelah semua ter atasi ayah ku bilang kepadaku" ini semua demi kamu nak, kamu harus sekolah benar2"
aku pun hanya tersenyum. Kemudian ayah ku nyopir malam hari dan tidak tidur sama sekali.
Sampai di Bandar Lampung jam 5 pagi di tempat saudara teman ayahku, langsung mandi makan dan langsung mendaftar gelombang ketiga non tes,hatiku lega. Dan setelah itu aku dan keluarga membeli seragam. Dan malam nya orangtuaku pulang, dan aku gak kuat melihat ayah ku mniggalkan aku. dan aku tinggal sementara tempat orang namun aku tidak betah karena tidak ada teman. Kemudian 3 bulan aku cerita kepada ayah dan malam langsung kesini dan paginya pindah kosan di depan SMA YP Unila.
.jpg)
Terima kasih untuk semuanya ayah ibu yang telah berjuang demi aku, akun sayang ayah ibu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar